Selasa, 27 September 2011

PERUBAHAN BIOKIMIA PADA BUAH JERUK

PENDAHULUAN
Reaksi-reaksi biokimia yang terjadi pada buah jeruk sangatlah kompleks. Dimulai dari terjadinya bunga, penyerbukan, pembentukan bakal buah, terbentuknya buah kecil hingga membesar, lalu terjadi pematangan, lalu buah masak, kemudian mengalami pembusukan. Semua tahapan dan perubahan tersebut terjadi reaksi-reaksi biokimia. Namun, yang menjadi fokus kita adalah reaksi biokimia selama pematangan berubah menjadi buah masak.
Dalam makalah ini kami membahas antara lain :
1. Komposisi jeruk
2. Hubungan antara kematangan buah jeruk dengan etilen
3. Pembentukan dan pemecahan karbohidrat
4. Hubungan glukosa dengan Asam askorbat
5. Pembentukan asam sitrat
6. Pemecahan klorofil
7. Pemecahan pektin
8. Pembentukan Rasa
KOMPOSISI BUAH JERUK
Secara umum buah jeruk kaya vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Seperti yang terkandung dalam jeruk manis, setiap 100 g terdapat kalori 51 kal, protein 0.9 g, lemak 0.2 g, karbohidrat 11.4 g, mineral 0.5 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0.4 mg dan asam askorbat 49 mg.
Selain kaya gizi, zat kimia terkandung seperti bioflanid, minyak atsiri limonen, asam sitrat, linalin asetat dan fellandren


Sumber : DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan), Malang
HUBUNGAN KEMATANGAN JERUK DENGAN ETILEN
Etilen adalah senyawa yang mudah menguap (volatile) yang dihasilkan oleh buah dan sayur dan diidentifikasi memicu pematangan buah. Etilen dapat dihasilkan dari banyak substrat. Diantaranya konversi glukosa menjadi etilen.
Proses pematangan pada buah jeruk banyak melibatkan perubahan biokimia dan fisioligi yang kompleks yang menyangkut rasa, ukuran, tekstur, dan aroma. Rasa buah jeruk dari asam menjadi manis, Ukurannya yang semakin membesar, teksturnya menjadi melunak dan munculnya aroma khas buah jeruk.
Selama proses pematangan buah jeruk terjadi :
1. konversi asam dan pati menjadi gula bebas
2. Peningkatan pektinase yang akan melunakkan dan merusak dinding sel.
3. Peningkatan berbagai macam pigmen seperti karatenoid, antosianin serta hilangnya pigmen klorofil karena terdegradasi
Banyak dari perubahan-perubahan dalam pematangan buah jeruk ini dirangsang atau diakibatkan oleh etilen yang dihasilkannya sendiri.
Etilen bekerja dengan mempengaruhi permeabilitas membran mengakibatkan permeabilitas sel meningkat besar sekali selama proses pematangan. Hal ini mengakibatkan pelunakan buah jeruk dan bercampur baurnya metabolit dengan enzim sehingga metabolisme respirasi dipercepat.
Etilen dapat menginduksi perubahan permeabilitas membran mitokondria, jadi memberikan kesempatan perpindahan ATP dan oleh sebab itu mendorong berlangsungnya pematangan dan juga berbagai reaksi sintesis lainnya.

Kamis, 16 Desember 2010

food recipes


Apple Pudding
Ingredients
4 firm apples, peeled, cored and diced
1 cup plain flour
1/2 cup milk powder or 1/2 tin condensed milk
1/4 cup sugar (if using milk powder)
1/2 cup walnut chopped roughly
1/2 tsp. vanilla essence
1 tsp. baking powder
2-3 pinches cinnamon powder
3 pinches salt
1 tsp. lemon rind grated
1 cup chilled cream
2 tbsp. sugar ground
Method
Sieve together flour, salt, baking powder, cinnamon powder,
In another bowl, make paste (with water) of milk powder, or pour condensed milk.
Beat till light and fluffy. If using powder, add sugar while beating.
Stir in rind, essence, followed by dry ingredients mixture.
Fold in apples and walnuts.
Turn into a 9" greased cake mould, bake in preheated oven at 180C for 30 minutes.
A skewer inserted should come out clean, if done.
Whip cream in chilled bowl till stiff.
Gently fold in sugar.
Serve warm or hot with chilled whipped cream.

Food Constituents

Humans and animals consume food to obtain the nutrients they need. Throughout the orld there are differences in food consumption related to socioeconomic conditions, food vailability, and cultural dictates. If a variety of fresh and cooked foods is consumed, in suffi cient quantities, to meet the energy needs of the consumer, then the needs for protein and the micronutrients should be met. Having this in mind, it is surprising to learn that some people are poorly nourished and, indeed, may develop one or more nutrition-related diseases. The early years of nutrition research focused on diseases related to inadequate vitamin and mineral intake. An important component of this research was the determination of the vitamin and mineral content of a vast variety of foods.

Selasa, 23 November 2010

Bismillah


Segala Sesuatu dimulai dengan niatnya.....
maka saya memulai postigan ini dengan Basmalah....